Alt
Penyerahan Bantuan Kepada Mahasiswa

Padang (UNAND) – Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat masih menyisakan dampak bagi mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) yang terdampak secara langsung. Kehilangan tempat tinggal sementara, perlengkapan rumah tangga, hingga terganggunya aktivitas belajar menjadi bagian dari keseharian mereka pascabencana. Sebagai bentuk kepedulian, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan bantuan bagi mahasiswa terdampak banjir bandang di Sumatera Barat. Penyerahan bantuan dilakukan di lantai 2 Rektorat Universitas Andalas pada Selasa (27/1).

Bantuan yang diberikan berupa berbagai kebutuhan dasar, seperti kompor, rice cooker, kasur, serta peralatan makan. Selain itu, mahasiswa juga akan menerima bantuan dana pendidikan sebesar Rp3 juta per orang untuk 40 mahasiswa terdampak.
Penyaluran bantuan ini dilakukan melalui Bank Muamalat. Branch Manager Bank Muamalat Cabang Padang, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan diharapkan dapat berjalan tepat sasaran dan segera membantu proses pemulihan mahasiswa.
“Harapannya bantuan ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa yang membutuhkan, sehingga mereka dapat kembali fokus menjalani perkuliahan,” ujarnya.

Wakil Rektor II Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra, menyampaikan apresiasi atas kepedulian BPKH terhadap mahasiswa UNAND yang terdampak bencana. Ia berharap bantuan tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di perantauan.

“Kami berharap bantuan ini betul-betul bisa membantu mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana,” katanya.
Hingga kini, dampak bencana masih dirasakan masyarakat. Setelah banjir bandang melanda, wilayah terdampak justru mengalami kekeringan akibat rusaknya saluran irigasi. Kondisi ini turut mempengaruhi kehidupan mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga terdampak langsung.

Melalui bantuan dari BPKH ini, diharapkan beban mahasiswa dapat sedikit teringankan, sehingga mereka tetap dapat bertahan dan melanjutkan studi di tengah situasi sulit. Kepedulian berbagai pihak menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menjaga harapan generasi muda agar tetap tumbuh dan belajar.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik