Padang (UNAND) – Tim 7 Tanggap Darurat Bencana Universitas Andalas (UNAND) kembali memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana galodo di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Rabu (18/12). Memasuki hari kedua penugasan di lapangan, pelayanan yang diberikan difokuskan pada layanan kesehatan spesialistik sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Pelayanan kesehatan dilaksanakan di dua titik, yakni Rumah Singgah Lubuk Basung dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Tantaman di Nagari Koto Alam. Kehadiran Tim 7 di dua lokasi tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat dengan kebutuhan layanan medis lanjutan, termasuk pasien dengan kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pemantauan khusus oleh tenaga medis.

Tepat tiga minggu sejak galodo pertama melanda Palembayan, hasil pemeriksaan Tim Medis UNAND menunjukkan kondisi gizi anak dan balita di wilayah Koto Alam relatif baik dan tidak mengalami penurunan pascabencana. Meski demikian, tim menemukan cukup banyak kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan makan (feeding problem) pada anak dan balita yang datang berobat. Keluhan ISPA juga menjadi keluhan utama pada masyarakat umum yang memanfaatkan layanan kesehatan di posko.

Dalam pelayanan spesialistik ini, Tim 7 tidak hanya melakukan pemeriksaan umum, tetapi juga menangani pasien dengan penyakit kronis dan kondisi pascaoperasi. Di Rumah Singgah Lubuk Basung, pelayanan difokuskan pada kontrol korban galodo pascaoperasi, termasuk penggantian perban serta pemantauan proses penyembuhan secara berkala oleh tenaga medis.

Tim mencatat bahwa sekitar 70 persen masyarakat yang dilayani merupakan warga yang terdampak secara tidak langsung akibat bencana galodo, seperti gangguan kesehatan akibat perubahan lingkungan dan kondisi pascabencana. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan lanjutan dan spesialistik masih cukup tinggi di wilayah terdampak.

Dalam pelaksanaannya, Tim 7 menghadapi keterbatasan ketersediaan beberapa obat khusus yang dibutuhkan pasien dengan kondisi tertentu. Untuk memastikan keberlanjutan pengobatan, pasien diarahkan melanjutkan kontrol ke fasilitas kesehatan rujukan sesuai dengan layanan spesialis yang biasa mereka jalani.

Sore hari ini, Tim 7 Tanggap Darurat Bencana UNAND dijadwalkan kembali ke Padang. Selanjutnya, pelayanan kesehatan akan dilanjutkan oleh Tim 8 yang akan turun ke lapangan mulai besok, dengan lokasi penugasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari wilayah terdampak.

Melalui pelayanan kesehatan spesialistik ini, UNAND menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana serta menghadirkan layanan medis yang berkelanjutan dan tepat sasaran di daerah terdampak.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik