Tim Tanggap Darurat UNAND ke-7 melaksanakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Nagari Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Rabu (17/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian tugas Tim Tanggap Darurat UNAND ke-7 yang bertugas selama 16–18 Desember 2025 dalam upaya penanganan dan pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Pelayanan kesehatan dilaksanakan di tiga titik lokasi, yaitu Posko Nagari Silungkang dan Tantaman, SDN 05 Koto Alam, serta Puskesmas Koto Alam. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 78 pasien mendapatkan layanan medis, yang terdiri atas 62 pasien dewasa, 14 pasien anak, serta 2 pasien pemeriksaan antenatal care (ANC). Adapun rincian kunjungan pasien meliputi 58 pasien di Posko Nagari Silungkang dan Tantaman, 14 pasien di SDN 05 Koto Alam, dan 6 pasien di Puskesmas Koto Alam.
Tim Tanggap Darurat UNAND ke-7 melibatkan tenaga medis lintas keahlian, yaitu dr. Teddy Kurniawan SpAn-TI, dr. Yogi Kirana (Bedah), dr. Herry S. Yunior (Paru), dr. Thesa Aryanti (Anak), dr. Aziagtma (Kebidanan), dr. Fauzan Muhammad (Anestesi), dr. Suhery (Mata), dr. M. Fadila Arie Novard (IPD), serta didukung tenaga kefarmasian Apt. M. Dzaki Ali Amran dan Apt. Mohammad Andre.
Selama pelaksanaan pelayanan, tim menemukan beragam permasalahan kesehatan di lapangan. Di Puskesmas Koto Alam, sebagian besar pasien merupakan kasus bedah serta perawatan luka pascabencana. Sementara itu, di Posko Nagari Silungkang dan Tantaman, serta di SDN 05 Koto Alam banyak masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan keluhan batuk, flu, dan pilek.
Selain pelayanan di posko, Tim Tanggap Darurat UNAND ke-7 juga melakukan kunjungan rumah (home visit) kepada salah satu warga di Posko Nagari Silungkang dan Tantaman yang mengalami penurunan kesadaran. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat tim terhadap kondisi darurat di lapangan dan untuk memastikan warga yang berada dalam kondisi rentan tetap mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Koordinator Tim 7, dr. Teddy Kurniawan SpAn-TI, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan masyarakat pascabencana masih memerlukan perhatian serius. “Berdasarkan temuan di lapangan, cukup banyak masyarakat yang mengalami ISPA. Kondisi lingkungan pascabencana menjadi salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya keluhan tersebut,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya pada 18 Desember 2025, kegiatan tanggap darurat Universitas Andalas di wilayah terdampak akan dilanjutkan oleh Tim Tanggap Darurat UNAND ke-8. Pergantian tim ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang berkembang di lapangan.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik