Padang (LPPM-UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat komitmennya dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat dengan membuka sejumlah posko tanggap bencana baru di beberapa daerah terdampak.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, UNAND menjalin kemitraan dengan dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas IV koto mudik di kecamatan Batang Kapas dan Puskesmas Asam Kumbang di kecamatan Bayang Utara. Pada wilayah ini, UNAND mengusung program “Pemberdayaan Puskesmas dalam Layanan Kesehatan Tanggap Bencana Banjir bagi Kelompok Rentan”, yang difokuskan pada penguatan kapasitas puskesmas dalam melayani masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan.
Selain itu, UNAND juga membuka dua posko tanggap bencana di Kota Padang, masing-masing berlokasi di Kecamatan Pauh dan Kecamatan Nanggalo, dengan menggandeng puskesmas setempat. Untuk kedua posko tersebut, UNAND menjalankan program SAKATO (Sinergi Aksi Keluarga Tangguh dan Optimal) sebagai upaya pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana berbasis keluarga.
Tidak hanya itu, di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang, UNAND juga melaksanakan program tambahan bertajuk “Aksi Respons Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: Dukungan Psikososial dan Penyediaan Hygiene Kit dengan Pendekatan Inklusif”, yang menekankan pada aspek kesehatan mental dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sementara di Kabupaten Agam, UNAND memperkuat posko dan tim tanggap bencana yang telah ada. Mengingat dampak bencana yang cukup luas di wilayah tersebut, UNAND menambahkan satu program khusus, yaitu “Penguatan Layanan Kesehatan Tanggap Bencana Berbasis Inovasi dan Layanan Mobile melalui Pelayanan Spesialistik pada Puskesmas Matur dan Puskesmas Maninjau.” Program ini menghadirkan layanan kesehatan bergerak dengan dukungan tenaga medis spesialis untuk menjangkau masyarakat di daerah terdampak secara lebih optimal.
Seluruh rangkaian program tanggap bencana ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun Anggaran 2025.
Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata dari semangat Diktisaintek Berdampak. Ia menyampaikan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada fase awal saja.
“Biasanya di awal bencana bantuan datang cukup banyak, tetapi beberapa minggu setelahnya bantuan mulai berkurang. Karena itu, kehadiran Universitas Andalas diharapkan dapat mengisi celah tersebut dan memastikan pendampingan kepada masyarakat tetap berlanjut,” ujar Prof. Marzuki.
Dengan pembukaan posko dan pelaksanaan berbagai program ini, UNAND berharap dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam pemulihan kesehatan serta ketahanan masyarakat Sumatera Barat pascabencana.
Humas LPPM Universitas Andalas