Padang (UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya dengan melepas Tim Tanggap Bencana ke-6 untuk memperkuat penanganan dampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penugasan ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan UNAND dalam mendukung pemulihan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.
Tim Tanggap Bencana ke-6 ditugaskan berdasarkan surat tugas yang diterbitkan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas, sebagai kelanjutan estafet tugas dari tim sebelumnya. Pergantian tim dilakukan secara berkala guna menjaga keberlanjutan layanan, efektivitas koordinasi di lapangan, serta kondisi fisik dan psikologis para personel yang bertugas di wilayah terdampak.
Tim ke-6 ini dipimpin oleh Dr. Gama Augusto Lonanda, SpM sebagai ketua. Anggota tim terdiri atas Dr. Ariadi, Sp.KJ, Apt. YN Tanzilal Chaniago, S.Farm, Apt. Muhammad Ade Rakha, S.Farm, dr. Havidz, dr. Agung Laksana, dr. Rio, dr. Reza Luhfi, dr. Kiky, dr. Khaira, dr. Ihsanul fikri, Hogi Lesmana, serta Dea Ananda.
Personel yang tergabung dalam tim ini merupakan gabungan tenaga medis, tenaga kesehatan, dosen, serta relawan pendukung dari berbagai disiplin ilmu. Selama masa tugas, tim akan memberikan layanan kesehatan kedaruratan, melakukan asesmen kondisi kesehatan dan kebutuhan masyarakat, memberikan dukungan psikososial, serta pendampingan teknis di lokasi terdampak bencana.
Pelepasan Tim Tanggap Bencana ke-6 ini turut dihadiri oleh Ketua LPPM Universitas Andalas, Prof. Dr. techn. Marzuki, dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFSTEd.
Ketua LPPM Universitas Andalas menegaskan bahwa penurunan Tim Tanggap Bencana ke-6 merupakan wujud nyata komitmen UNAND untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada fase awal bencana, tetapi juga pada fase lanjutan ketika kebutuhan bantuan masih tinggi.
“Universitas Andalas berupaya memastikan layanan kepada masyarakat terdampak tetap berjalan secara berkelanjutan. Pergantian tim dilakukan agar respons tetap optimal, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Ketua LPPM dalam keterangan resminya.
Dengan diterjunkannya Tim Tanggap Bencana ke-6 ini, Universitas Andalas berharap dapat terus memperkuat upaya pemulihan masyarakat Kabupaten Agam serta mendukung pemerintah daerah dalam penanganan dampak bencana secara terpadu dan berkelanjutan.
Humas LPPM Universitas Andalas