Agam (UNAND) – Rektor Universitas Andalas bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti) Khairul Munadi mengunjungi Kabupaten Agam untuk meninjau langsung lokasi terdampak bencana pada Jumat (12/12).

Kunjungan tersebut dilakukan di Posko Medis Disaster Medical Team (DMT) yang menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran Dirjen Dikti dan Rektor UNAND di lapangan menunjukkan komitmen perguruan tinggi dan pemerintah pusat dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Saat berada di posko medis, Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas kerja sama antarperguruan tinggi yang terlibat dalam layanan kesehatan darurat. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi ini menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana di lapangan. “Sinergi perguruan tinggi seperti ini sangat penting untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau masyarakat secara optimal,” ujarnya.

Posko medis UNAND berperan sebagai pusat pelaporan dan pengolahan data kesehatan, sekaligus pengendali distribusi tenaga medis di wilayah terdampak. Sistem pelaporan yang digunakan mengacu pada Medical Data System (MDS) yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), sehingga setiap temuan kasus kesehatan dapat terdokumentasi secara sistematis dan terstandar.
Hingga saat ini, tercatat enam posko pelayanan kesehatan yang beroperasi setiap hari di sejumlah titik terdampak di Kabupaten Agam. Posko-posko tersebut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat bencana.

Selain melakukan peninjauan, Dirjen Dikti juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan dan membantu kebutuhan masyarakat terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat layanan medis sekaligus meringankan beban warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Kunjungan bersama ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi, khususnya Universitas Andalas, dalam merespons bencana tidak hanya melalui kajian akademik, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik