Agam (UNAND) — Tim Disaster Medical Team (DMT) yang dikoordinasikan Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. Dalam update terbaru kegiatan di lapangan, UNAND menjelaskan pembagian tugas tenaga medis serta komposisi tim gabungan yang melibatkan empat universitas: Universitas Andalas, Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Keempatnya hadir secara bersamaan sejak awal masa tanggap darurat untuk mendukung penanganan medis di wilayah yang paling membutuhkan (11/12).
Kolaborasi lintas universitas ini memungkinkan penyebaran tenaga kesehatan yang lebih terarah, terutama karena banyak lokasi terdampak masih sulit dijangkau akibat akses jalan yang terputus. Kehadiran tenaga medis dari UNAIR, UB, dan UMM melengkapi tim inti UNAND sehingga pelayanan dapat diberikan secara merata serta berkelanjutan.
Untuk memaksimalkan efektivitas layanan, DMT membagi tenaga medis ke dalam dua kelompok utama:
1. Tim Malalak
Tim ini terdiri dari 12 tenaga kesehatan yang mencakup dokter spesialis anak, anestesi, psikiatri, ortopedi, tenaga farmasi, perawat, dan psikolog. Mereka difokuskan pada tiga titik pelayanan: PKM Malalak, Salimpaung, dan Limo Badak. Ketiga lokasi tersebut menjadi pusat mobilisasi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, perawatan cedera, serta dukungan psikologis setelah bencana.
2. Tim Maninjau
Sebanyak 18 tenaga medis diterjunkan untuk bertugas di wilayah Sungai Batang, area yang mengalami dampak paling berat dan sempat terisolasi. Komposisi tim mencakup dokter spesialis ortopedi, bedah, paru, obgyn, ITH, IPD, dokter umum, perawat, serta tenaga farmasi. Selain memberikan layanan klinis, tim ini juga melakukan pemantauan terhadap potensi risiko kesehatan lingkungan pascabencana.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh, sejumlah tenaga medis ditempatkan di posko pelayanan selama 24 jam. Pos penugasan ini memastikan bahwa layanan gawat darurat dapat diakses kapan saja, terutama untuk kasus-kasus yang membutuhkan intervensi cepat seperti trauma berat, infeksi akut, atau kondisi psikologis yang memerlukan stabilisasi segera.
Melalui kerja bersama empat universitas ini, UNAND menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan pemulihan Agam, menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik