Padang (UNAND) - Universitas Andalas kembali mengerahkan Tim Tanggap Darurat Bencana untuk membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, dengan fokus penyaluran bantuan ke Jorong Toboh. Pemberangkatan tim yang melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bersama para alumninya ini dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Andalas pada Kamis (4/12) di RSGM UNAND Jati.
Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya meluruskan niat sebelum memasuki daerah terdampak. Ia mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan harus dipahami sebagai ibadah yang dilakukan dengan kesadaran ketuhanan. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun akan tercatat sebagai amal. Penekanan ini menunjukkan bahwa tindakan kemanusiaan memiliki nilai spiritual yang tidak terpisahkan dari nilai sosial dan akademik. Rektor juga meminta seluruh anggota tim menjaga kondisi fisik mengingat medan yang akan mereka hadapi merupakan salah satu kawasan dengan dampak terparah bencana di Sumatera Barat tahun ini. Tantangan tersebut membutuhkan kesiapan mental dan kedisiplinan agar setiap anggota tim dapat berfungsi secara optimal selama berada di lokasi.
Dalam konteks yang lebih luas, Rektor menilai kegiatan ini bukan sebatas penyaluran bantuan. Ia melihatnya sebagai bentuk pendidikan karakter yang membangun solidaritas dan empati. Penguatan kepedulian sosial dianggap penting bagi sivitas akademika agar kehadiran perguruan tinggi membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Rektor menjelaskan bahwa UNAND memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan tanggap bencana. Institusi ini pernah mengirim tim ahli bedah tulang ke Turki dan Pakistan saat kedua negara tersebut menghadapi bencana besar.