Padang (LPPM UNAND) — Universitas Andalas (UNAND) mengerahkan Tim Tanggap Darurat secara berkelanjutan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam hingga akhir Desember. Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi dan peninjauan lapangan pada 3-4 Desember 2025 yang menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan pascabencana masih memerlukan dukungan jangka menengah yang terkoordinasi.

Penugasan tim kesehatan dimulai pada 6 Desember 2025. Tim tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAND Prof. Dr. techn. Marzuki, didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-KL(K), FACS, FFSTEd, serta Ketua UPZ UNAND Dr. Eng. Rahmadi Kurnia, S.T., M.T. Tim dipimpin oleh dr. Wahyudi SpPD(K) selaku ketua.

Tim yang bertugas pada 6–8 Desember 2025 terdiri atas dr. Wahyudi SpPD(K) (ketua tim), dr. Randa Joni (THT-KL), dr. Indra Budi Permana (Orthopedi), dr. Vando Fernando Sardi (Orthopedi), dr. Irma Suryani (Bedah), dan Dr. apt. Syofyan, M.Farm (Farmasi). Tim ini juga didukung oleh mahasiswa lintas disiplin, yakni Aditya Gufashar dan Muhammad Aidi Satryo (S1 Farmasi), Aldi Yusra (S2 Epidemiologi Kesehatan Lingkungan), serta Muhammad Fajar Erlangga (S1 Kesehatan Masyarakat). Selanjutnya, tim ini akan digantikan oleh tim berikutnya secara bergiliran.

Untuk meningkatkan efektivitas layanan dan memperkuat koordinasi lintas sektor, UNAND juga mendirikan Posko Tanggap Bencana di Lubuk Basung. Posko ini berfungsi sebagai pos penghubung dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, khususnya Puskesmas, serta instansi terkait lainnya.

Penugasan dan distribusi tim kesehatan UNAND akan disesuaikan dengan hasil koordinasi lanjutan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, sehingga layanan kesehatan di lapangan dapat berjalan terukur, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. UNAND juga mengajukan kerja sama teknis dengan Dinas Kesehatan dalam bentuk integrasi layanan, arahan mekanisme pelayanan di lokasi bencana, serta dukungan penyediaan obat-obatan.

“Kami memutuskan membuka Posko Penghubung di Lubuk Basung untuk memudahkan koordinasi. Penugasan tim UNAND sangat ditentukan oleh arahan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan kebutuhan lapangan agar program yang dijalankan terintegrasi dan berdampak lebih besar. Dengan posko ini, tim dapat dimobilisasi ke berbagai lokasi, tidak hanya Palembayan,” ujar Ketua LPPM UNAND, Prof. Marzuki.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNAND menegaskan pentingnya pendekatan layanan kesehatan yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen mendukung program ini. Pembukaan posko sangat strategis. Dibandingkan turun sekali dengan jumlah besar, lebih baik hadir secara kontinyu meskipun terbatas, tetapi tepat sasaran. Masa kritis biasanya terjadi beberapa minggu setelah bencana, saat perhatian publik mulai berkurang,” tegasnya.

Posko Tanggap Bencana UNAND di Lubuk Basung berlokasi di dekat RS Permata Bunda, Lubuk Basung
Lokasi: https://www.google.com/maps/place/0%C2%B019’22.0%22S+100%C2%B002’39.6%22E/

UNAND juga membuka posko ini untuk dimanfaatkan oleh tim dari instansi lain yang akan turun ke lapangan. Seluruh kegiatan diharapkan dapat dikoordinasikan dengan Ketua Tim Posko agar layanan yang diberikan terintegrasi dan tepat sasaran. Untuk tim dari luar UNAND, koordinasi dapat dilakukan melalui Ketua LPPM Universitas Andalas.

Humas LPPM Universitas Andalas